Refleksi Spiritual

Sujud di Depan Ka'bah: Momen Terdalam dalam Hidup Saya

Di antara ribuan jamaah, dalam sujud di hadapan Ka'bah, saya merasa seolah hanya ada saya dan Allah. Itulah momen paling murni yang pernah saya rasakan.

H

H. Budi Santoso

CEO & Pengusaha Nasional

18 Juli 2025

2 menit baca

Sebagai seorang pengusaha yang terbiasa dengan hiruk-pikuk dunia bisnis, saya sering lupa untuk berhenti sejenak dan meresapi makna kehidupan. Umrah bersama Azam mengubah perspektif saya secara fundamental.

Malam itu, setelah sholat Isya, saya memutuskan untuk tinggal lebih lama di Masjidil Haram. Rombongan sudah kembali ke hotel, tapi ada sesuatu yang menahan saya untuk tetap di sini.

Saya menemukan spot yang cukup dekat dengan Ka'bah — masih di area mataf tapi agak ke pinggir. Saya bentangkan sajadah kecil, lalu mulai sholat tahajjud.

Di rakaat terakhir, ketika dahi menyentuh lantai marmer yang sejuk, sesuatu terjadi. Air mata mengalir tanpa bisa dihentikan. Semua beban, semua dosa, semua kekhawatiran — semuanya seolah dituangkan dalam sujud itu.

"Ya Rabb, ampuni hamba. Hamba telah banyak lalai. Hamba telah terlalu sibuk mengejar dunia hingga lupa tujuan hidup yang sesungguhnya."

Sujud itu terasa begitu lama, namun saya tidak ingin mengangkat kepala. Di sanalah, di depan Ka'bah, dalam keheningan malam Makkah, saya merasa mendapatkan kedamaian yang selama ini saya cari.

Setelah sholat, saya duduk memandangi Ka'bah hingga adzan Subuh berkumandang. Pengalaman ini mengajarkan saya bahwa kebahagiaan sejati bukan di puncak kesuksesan bisnis, melainkan di sujud yang khusyuk di hadapan Allah.

Terima kasih Azam, yang tidak hanya memfasilitasi perjalanan fisik, tapi juga memandu transformasi spiritual yang luar biasa ini.

Baca Juga

Catatan Lainnya

Hubungi Kami