H. Ahmad Fauzi
Motivator & Penulis
25 Agustus 2025
2 menit baca
Ada ibadah dalam umrah yang secara fisik cukup menantang tetapi secara spiritual sangat mendalam: Sa'i — berjalan tujuh kali antara bukit Safa dan Marwah. Total jarak yang ditempuh sekitar 3,15 kilometer.
Sebelum memulai sa'i, pembimbing kami, Ustadz Hasan dari Azam, mengajak kami duduk sejenak di dekat bukit Safa. Beliau menceritakan kisah Siti Hajar — istri Nabi Ibrahim — yang berlari-lari antara dua bukit ini mencari air untuk bayinya, Ismail.
"Bayangkan," kata Ustadz Hasan, "seorang ibu sendirian di padang pasir yang gersang, tanpa makanan dan minuman, dengan bayi yang menangis kehausan. Namun beliau tidak pernah putus asa. Beliau terus berlari, terus berusaha, terus berharap kepada Allah."
"Dan ketika usaha telah dilakukan dengan sepenuh hati, Allah menurunkan pertolongan-Nya. Zamzam muncul dari bawah kaki bayi Ismail — air yang hingga hari ini terus mengalir."
Dengan pemahaman ini, setiap langkah sa'i kami terasa berbeda. Bukan sekadar ritual fisik, melainkan kontemplasi mendalam tentang tawakal dan ikhtiar.
Di putaran keempat, kaki mulai terasa berat. Namun ketika mengingat perjuangan Siti Hajar yang jauh lebih berat, semangat kembali bernyala. Inilah hikmah sa'i — mengajarkan kita bahwa di balik setiap kesulitan, pasti ada kemudahan.
Saya sangat bersyukur memiliki pembimbing yang tidak sekadar menuntun ritual, tapi juga menghidupkan makna spiritual di balik setiap ibadah. Itulah yang membedakan pengalaman umrah bersama Azam.