Hj. Rahmawati
Ibu Rumah Tangga & Pendakwah
10 Agustus 2025
1 menit baca
Rasulullah ﷺ bersabda, "Air Zamzam itu sesuai dengan niat peminumnya." (HR. Ibnu Majah). Dengan hadits ini di benak, saya mendekati tempat minum Zamzam di Masjidil Haram dengan penuh harap dan keyakinan.
Gedung Zamzam modern yang ada saat ini dilengkapi dengan dispenser-dispenser bersih yang menyediakan air Zamzam dingin dan biasa. Meski telah dimodernisasi, kesakralan momen ini tetap terjaga.
Pembimbing kami mengajarkan adab minum Zamzam — menghadap kiblat, membaca Bismillah, berdoa sebelum minum, lalu minum dalam tiga teguk sambil melihat Ka'bah.
"Ya Allah, aku meminum air ini dengan keyakinan penuh kepada-Mu. Sembuhkanlah penyakitku, luaskanlah rezekiku, dan jadikanlah aku hamba yang Kau ridhai."
Air Zamzam memiliki rasa yang khas — segar, lembut, dan entah mengapa berbeda dari air mana pun yang pernah saya minum. Ada ketenangan yang merasuk ketika air itu mengalir di tenggorokan.
Saya membawa pulang beberapa liter air Zamzam untuk keluarga di rumah. Setiap kali meminumnya, kenangan tentang Tanah Suci kembali hadir — mengingatkan akan kebesaran Allah dan nikmat-Nya yang tak terhingga.
Tiga bulan setelah umrah, doa yang saya panjatkan saat minum Zamzam dikabulkan. Alhamdulillah, Allah Maha Mendengar.